Tips Meningkatkan Keberuntungan

lakeside-park_mmen-32

Sekeping uang tergeletak di jalan. Donald Bebek melewati jalan itu. Dia TIDAK TAHU ada uang tergeletak di jalan dan kepingan uang itu dilewatinya begitu saja.

Berikutnya Si Untung Bebek melewati jalan yang sama. Tepat dua langkah sebelum uang tersebut dia tak sengaja MELIHAT ke bawah. “Nemu uang!” kata si Untung. Uang yang sama, di jalan yang sama, dengan kondisi yang relatif sama. Tapi dalam hal ini; si Untung lebih beruntung.

Inilah sepenggal cerita donal bebek. komik yang pernah saya baca ketika kecil dulu.

Orang dengan jenis si Untung ini mungkin memiliki kemampuan seperti halnya Panji -si pawang ular- yang sedikit lebih PEKA daripada orang lain dengan keberadaan seekor ular dan bisa mendeteksi dari jarak jauh. Namun saya juga yakin dia punya karakter yang menjadikannya beruntung (salah satunya adalah sikapnya yang optimis dan positif sehingga membuat segalanya tampak menguntungkan, dan jadilah keberuntungan betulan datang kepada dia).

Saya optimis bahwa kita bisa meningkatkan keberuntungan. Caranya adalah dengan membuat diri kita “LEBIH PEKA MELIHAT HAL POSITIF.” Dengan kepekaan itulah peluang berubah menjadi keberuntungan, bahkan sebuah kesulitan menjadi nampak kemudahannya. sekarang pertanyaannya; “bagaimana caranya agar menjadi lebih peka?”.

Pertama kita harus yakin bahwa kejadian yang tampak random itu sebenarnya bukanlah random (Alloh Maha Mengatur, gak ada  kejadian diluar izin Alloh), sehingga kita yakin bahwa do’a menjadi penting untuk menarik ‘keberuntungan”.

Berikutnya hal yg bisa membuat lebih peka sehingga kita menjadi lebih beruntung adalah KEBERSIHAN.

Analoginya begini; suatu saat saya pulang brsama teman2 seusai pertandingan sepakbola. Badan berkeringat dan dekil tidak membuat hidung kami sensitif dgn bau  tak sedap itu meski badan kami berdekatan satu sama lain. Lalu stelah sampai di tempat kost kami, saya mandi duluan, dan seusai mandi -saya  pergi duduk di ruang TV  bergabung kmbali dgn teman-teman yg masih asyik santai dan blum mandi. Lalu mereka saya dekati dan hum!! saya mencium bau tak sedap bdan mreka yg menyengat hidung pdahal tadi -sebelum saya mandi- bau tsb tidak tercium. Saya pikir aneh juga, kok tadi mreka gak sebau sekarang. Akhirnya saya sadar bhw bau lebih tercium bila saya dalam keadaan bersih. Kekurang peka-an hdung saya akibat tertutupi bau busuk diri sendiri, sehingga apa yang berbau busuk  diskitar saya tidak lagi terlalu busuk di hidung, begitupun bau wangi juga menjadi kurang wangi. ooh gitu toh, rupanya bau yang pertama saya cium adalah bau saya sendiri maka kalo badan saya kotor tentu hdung saya sibuk dgn bau busuk sndiri dan kurang peka dgn bau skitar.

Nah! seperti itu pula keberuntungan. ia adalah peluang yg peluang itu kadang lewat begitu saja dari indera kita karena kita tak lagi cukup peka mendeteksi keberadaannya. So! Kalau ingin jadi seorang yang lebih peka, kita harus rajin membersihkan diri, hati, dan pikiran kita

Kesimpulannya; indera dan jiwa kita akan berfungsi lebih tajam trhadap kbruntungan bila kita bersih.

<memen.wordpress.com>

7 Comments

  1. saya setuju, sebab keberuntungan itu telah di tebar oleh tuhan setiap hari dan pertanyaanya adalah apakah kita peka.terhadap sinyal itu. mari kita hidup lebih cerdas lagi agar mampu menangkap sinyal itu. Salam kenal . met pagi ditunggu kedatangannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s