“Pendiri WhatsApp, Dari Remaja Miskin Kini Jadi Triliuner”

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di pinggiran kota Kiev,Ukraina, dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Koum hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California, lalu Koum kuliah di San Jose University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Pada tahun 1997, Jan Koum dipekerjakan oleh Google sebagai teknisi infrastruktur. Ia pun bertemu dan berteman akrab dengan Brian Acton saat bekerja di Ernst & Young. Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo, dan bekerja di sana selama 10 tahun.

Setelah resign dari Yahoo. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun ditolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.

Pada bulan Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store yang saat itu berusia tujuh bulan akan menggebrak industri aplikasi dunia. Ia mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan keduanya berdiskusi selama beberapa jam seputar ide aplikasi Koum di rumah Fishman. Pada hari ulang tahunnya tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc. di California.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 224 triliun, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang. Pelan-pelan, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Semoga Bermanfaat,
Salam Motivasi
___________________________________________
Sumber : http://inmotivasi.blogspot.com/2014/05/kisah-inspirasi-pendiri-whatsapp-dari-Remaja-Miskin-Kini-Jadi-Triliuner.html

Nasehat Ramadhan

berikut beberapa status sos-med terkait ramadhan..

PraRamadhan

 

Kekhususan Ramadhan

Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala Mengkhususkan Bulan Ramadhan Dari Bulan-Bulan Lainnya. Diantara Kekhususan Dan Keutamaan Ramadhan Antara Lain:
1. Bau Mulut Orang Yang Berpuasa, Lebih Harum Di Sisi Alloh, Daripada Minyak Wangi Kesturi.
2. Para Malaikat Senantiasa Mendoakan Ampunan Bagi Orang Yang Berpuasa Sampai Ia Berbuka Puasa.
3. Dibukanya Pintu-Pintu Surga Dan Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka.
4. Terdapat Lailatul Qodar, Yaitu Suatu Malam Yang Lebih Baik Dari Pada Seribu Bulan
5. Terdapat Ampunan Bagi Orang Yang Berpuasa
6. Syaithon Dibelenggu

Perasaan Dosa Yang Mengantarkan Kepada Kebaikan

Ibnu Athaillah Berkata : “Betapa Banyak Kemaksiatan Yang Mewariskan Perasaan Hina Dan Rendah Di Hadapan Alloh. Sungguh, Itu Lebih Baik Daripada Ketaatan Yang Mewariskan Perasaan Mulia Dan Sombong”

 

Galau-lah Kepada Alloh

Alloh Bersama Orang-orang yang mengingatNya. Maka Jika Anda dalam kecemasan Tentang Sesuatu, Lalu Dengannya Anda Mengingat Alloh, Maka Sungguh Kecemasan Itu Hakikatnya Kebaikan. Lalu Terserah Alloh Memenuhi Keinginan Anda Atau Digantikan Sesuatu Lain Yg Lebih Baik

 

Kekasih Terbaik

Setiap Kita Pasti Ingin Punya Kekasih. Demikianlah Fitrah Mahluk, Ingin Hidup Berpasang-Pasangan. Lantas Jika Ada Yg Belum Menemukannya, Maka Bersabarlah. Karna Ada Kekasih Lain Yang Lebih Baik Daripada Kekasih Manapun Didunia Ini, Yakni Amal Sholeh.

Dialah Yang Akan Menemani Dan Membela Anda Di Dunia Dan Akhirat.

Amal Anda, Dia Menemani Anda Selamanya.

 

 

Terlebih Saat Puasa, Jangan Mencaci Saudara Kita Atas Suatu Dosa Masa Lalu Yang Sudah Ditaubatinya.

Jika Seorang Menghina Saudara Mukminnya Atas Suatu Dosa, Dia Takkan Mati Sampai Alloh Mengujinya Dengan Dosa Yang Semisal

 

Sebuah Renungan

Renungkan Nikmat Usia Dan Kesehatan Yang Alloh Karuniakan Kepada Kita! Sungguh Umur Kita Terbatas! Pernakah Anda Berfikir, Mana Orang-Orang Yang Tahun Lalu Berpuasa Ramadhan Bersama Kita? Kemanakah Orang-Orang Yang Tahun Lalu Shalat Tarawih Bersama Kita? Mereka Sudah Dijemput Oleh Malaikat Maut! Maka Pujilah Alloh! Bersyukurlah Kepada Alloh Karna Masih Memberikan Kita Kesempatan.

 

Bekal

Ketika Satu Kali Seorang Manusia Dihidupkan, Maka Selamanya Dia Akan Terus Menjalani Pengembaraan demi Pengembaraan. Maka Berbekal-lah Mulai Sekarang Juga! Dan Sungguh, Sebaik-Baik Bekal Adalah Taqwa.

 

Ikhlas

Amal Apapun Akan Berkurang Nilainya, Bahkan Sia-Sia Jika Tidak Ikhlas. Setiap Memulai Puasa, Kita Bukan Hanya Dituntut Untuk Berniat, Tapi Juga Meluruskan Niat.

Tanpa Niat Maka Puasa Tidak Sah, Tanpa Ikhlas Maka Puasa Sia-Sia.

Masihkah Ada Yg Puasa Cuma Karna Memikirkan Apa Kata Orang?

 

Hari 1 :

 

Perbanyaklah Baca Al-Quran

Barangsiapa Yang Membaca Satu Huruf Dari Kitabulloh, Maka Dia Akan Mendapatkan Satu Kebaikan Sedangkan Satu Kebaikan Itu Sepuluh Nilainya, Aku Tidak Mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘ Sebagai Satu Huruf, Akan Tetapi ‘Alif Sebagai Satu Huruf, ‘Laam ‘ Sebagai Satu Huruf Dan ‘Miim ‘ Sebagai Satu Huruf.”[ HR. At-Tirmidzi, Fadha’il al-Qur ‘an (2910)]

 

Bersahabatlah Dengan Al-Quran

Kelak Al-Quran Akan Menjadi Sahabat Yang Setia Menolong Kita Di Hari Kiamat. Rasululloh Shalallohu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda.

“Artinya : Bacalah Al-Qur’an, Karena Ia Akan Datang Pada Hari Kiamat Sebagai Penolong Bagi Orang-Orang Yang Membacanya.” [HR. Muslim, Shalah al-Musafirin (804)]

 

 

Hari 2 :

 

Al-Hadits/As-Sunnah Adalah Pedoman Utama Kita Disamping Al-Quran.

Keduanya Adalah Satu Paket Yang Tak Boleh Terpisahkan. Al-Hadits Adalah Penafsir Bagi Al-Quran, Dan Al-Quran Adalah Ikhtisar Dari Keseluruhan Hadits. Siapa Yang Memisahkannya Atau Hanya Menerima Salah Satunya, Sungguh Dia Sedang Menghalau Dirinya Kepada Kesesatan.

 

Resapilah Hadits Dengan Hati

Berkata Abu Hasan Al- Asy’ariy;

Dan Ashabul Hadist Apabila Mereka Mendengarkan Sebuah Hadist Sohih Dari Hadist Hadist Rasululloh ShalAllohu Alaihi Wasalam Maka Mereka Seakan Akan Mendengar Langsung Dari Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasalam Maka Mereka Meyakininya, Beramal Dengannya Tanpa Mereka Mengedepankan Perkataan, Pendapat, Dan Tidak Pula Dengan Perasaan,Tidak Dengan Qiyas Dan Tidak Pula Dengan Akal

 

 

 

Hari 3 :

 

Sedekah dibulan Ramadhan

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasalam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Beliau bersabda:
”Artiya : Seutama-utama sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan” [Hadits Riwayat Tirmidzi].

 

Sedekah Dengan Memberi Makan

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:

”Artinya : Barang Siapa Yang Memberi Makan Orang Yang Berbuka Puasa, Maka Baginya Pahala Seperti Orang Yang Berpuasa Tanpa Mengurangi Sedikitpun Pahala Orang Berpuasa Tadi.”

[Hadits Riwayat Imam Ahmad]

 

Memberi Makan

Rasululloh Shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
”Artinya : Seorang Mukmin Yang Memberikan Mukmin Yang Lapar Maka Kelak Alloh Akan Memberi Makan Kepadanya Dari Buah-Buahan Surga, Dan Barang Siapa Yang Memberi Minum Seorang Mukmin, Maka Kelak Alloh Akan Memberi Air Minum Dari Surga” [Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi]

 

Hari 4 :

 

Meninggalkan Sholat Taraweh.

Telah Dijanjikan Bahwa :

”Barang Siapa Yang Mendirikan Qiyamu Ramadhan Dengan Penuh Keimanan Dan Berharap Pahala Alloh, Maka Diampuni Dosa-Dosanya Yang Telah Lalu.” [ Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim]

Orang Yang Meninggalkan Sholat Taraweh Berarti Meremehkan Pahala Yang Agung Dan Balasan Yang Besar Ini. Padahal Nilainya Melebihi Harta Benda Yang Ia Kumpulkan Selama Bertahun-Tahun

 

Banyak Umat Islam Meninggalkan Sholat Taraweh.

Ironis Memang. Ada Yang Ikut Sholat Sebentar Lalu Tidak Melanjutkannya Hingga Selesai . Atau Rajin Melakukannya Pada Awal-Awal Bulan Ramadhan Lalu Malas Ketika Akhir bulan. Padahal Sholat Taraweh Itu Serupa Qiyamullail. Jika Dihari Biasa Kita Paham Betapa Agungnya Pahala Tahajjud, Maka Bagaimana Pula Dengan Qiyamullail-nya Ramadhan Yakni Taraweh.

Bukankah Nabi Bersabda yang artinya :

”Barang Siapa Yang Mendirikan Qiyamu Ramadhan Bersama Imamnya Sampai Selesai, Maka Dicatat Baginya Pahala Qiyamu Ramadhan Semalam Penuh’ [Hadits Riwayat Ahlus Sunan]

Taraweh 10 Hari Terakhir

Mungkin Saja Seorang Melakukan Sholat Taraweh Bertepatan Dengan Turunnya Lailatul Qadar, Maka Beruntung Sekali Ampunan Dan Pahala Yang Amat Besar Baginya. Lantas Mengapa Di 10 aAkhir Ramadhan Masjid Justru Makin Sepi? Padahal Di Hari-Hari Terakhir Inilah Lailatul Qadr Turun.

 

Hari 5 :

 

Puasa Bodong

Menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara lahiriah seperti makan, minum dan bersenggama dengan istri, tetapi tidak menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara maknawiyah seperti menggunjing, adu domba, dusta, melaknat, mencaci, memandang nonmahram di jalanan, di toko, di pasar dan sebagainya, maka itu sama saja puasa bodong. Puasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan lapar.

 

Pembatal Pahala Puasa

Seyogyanya setiap muslim memperhatikan puasanya, menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan dan membatalkan puasa. Sebab betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga belaka.

Rasululloh bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka Alloh tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari)

 

 

Hari 6 :

 

Tetap Duduk dan Berdzikir

Nabi Muhammad Shalallohu alaihi wa sallam senantiasa duduk di tempatnya setelah shalat shubuh sampai terbit matahari. [Hadits Riwayat Imam Muslim]

 

Ingin Pahala Naik Haji

Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah lalu tetap duduk setelahnya, berdzikir kepada Alloh sampai matahari terbit, lalu dia sholat dua raka’at maka dia mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna” [Hadits Riwayat Tirmidzi]

 

Pagi Barokah

Marilah kita shalat shubuh berjama’ah di masjid, lalu setelahnya membaca dzikir atau wirid sesudah shalat, lalu membaca dzikir pagi dan sore yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad ShalAllohu alaihi wa sallam, atau membaca Al-Qur’an Al-Karim sampai terbit matahari, lalu setelah terbit matahari, shalat sunat dua raka’at. Sungguh Alloh telah menjanjikan pahala yang besar

 

 

Hari 7 :

Umrah Bulan Ramadhan

Umrah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang amat besar, bahkan sama dengan pahala haji. Nabi Muhammad ShalAllohu alaihi wa sallam bersabda:
”Artinya : Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji atau haji bersamaku” [Hadits Riwayat Imam Bukhori]

 

Pahala Lipat Tiga

Shalat di Masjidil Haram Mekah dan shalat di Masjid Nabawi Madinah pahalanya dilipatgandakan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Apalagi di Bulan Ramadhan.
Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk dapat Beribadah Di Negeri Haramain Pada bulan Ramadhan, Sesungguhnya Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

 

Hari 8 :

Perbanyak Doa

Siang Dan Malam Hari Di Bulan Ramadhan Adalah Waktu Yang Memiliki Keutamaan, Maka Isilah Dengan Memperbanyak Dzikir dan Doa, Khususnya Di Waktu-Waktu Tertentu Dikabulkannya Doa Seperti Saat Berbuka Puasa

 

Perbanyak Istighfar

Siang Dan Malam Hari Di Bulan Ramadhan Adalah Waktu Yang Memiliki Keutamaan, Maka Isilah Dengan Memperbanyak Istighfar, Khususnya Di Waktu-Waktu Tertentu Seperti Beristighfar Di Waktu Sahur

 

Waktu-Waktu Istijab

Ada Waktu Yang Benar-Benar Makbul Dalam Berdoa Yakni Berdoa Di Hari Jumat Ramadhan, Yaitu Di Salah Satu Waktu Antara Ashar Dan Magrib, Dan Sela-sela Imam Sedang Duduk Diantara Khutbahnya

 

 

Hari 9 :

 

Jauhi Perbuatan Sia-Sia

Janganlah Mempergunakan Waktu-Waktu Ramadhan Dengan Perbuatan Sia-sia Seperti Begadang, Ngobrol Ngalor Ngidul, Nonton Sinetron, Dsb. Semua Itu Cuma Kesenangan Sesaat.

 

Masakan Spesial

Boleh Saja Kaum Wanita Mengkhususkan Ramadhan Dengan Masakan-Masakan Spesial, Akan Tetapi Jangan Sampai Tidak Mengusahakan Ibadah-Ibadahnya Menjadi Spesial Sebagaimana Ia Usahakan Pada Masakannya. Karna Tujuan Pokok Ramadhan Adalah Pada Ibadahnya, Bukan Makanannya

 

 

Tidak Usah Bersitegang Dengan Kaum Diluar Islam Dalam Hal Kebenaran Al-Quran. Adu Emosi Bisa Merusak Pahala Puasa.

Sungguh Alloh Tidak Memiliki Kebutuhan Atas Diri Kita Untuk Membuktikan Apakah Firmannya Benar Atau Tidak, Sebab Pasti Benar.

Kitalah Yang Mempunyai Kebutuhan Kepada Alloh Untuk Membuktikan Iman Kita Sendiri Terhadap Firman-Nya, Apakah Iman Kita Benar Atau Tidak.

 

 

Hari 10 :

Shobrun Jamiil; Kesabaran Yang Indah

Yakni Kesabaran Yang Menjadikan Seorang Makin Rupawan Disisi Alloh.

Yakni Seorang Yang Apabila Dicela Cacat dan Kekurangannya, Dia Tetap Bersabar dan Mengingat Karunia Lain Yang Masih Banyak Melekat Padanya Sehingga Dia Tetap Bersyukur

Adolf Hitler Meninggal di Indonesia?

*Sosok dr. Poch yang Misterius

TEKA-TEKI kematian diktator Jerman Adolf Hitler, kembali jadi perbincangan hangat. Koran The Daily Telegraph pada 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut. Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun.

Dengan informasi ini, semakin terbuka munculnya spekulasi seputar kematian tokoh Perang Dunia II tersebut. Selama ini, sebagian masyarakat dunia meyakini pemimpin Nazi (Nationalsozialismus) Jerman tersebut, tewas bunuh diri di salah satu bunker di Berlin pada 30 April 1945 bersama kekasihnya Eva Braun. Ketika itu usia Hitler 56 tahun.

Sebagian lagi beranggapan, Hitler berhasil melarikan diri bersama Eva Braun, kemudian menghabiskan masa tuanya di Brasil, Argentina, atau wilayah lainnya di Amerika Selatan. Masing-masing pihak mengemukakan berbagai argumen yang memperkuat dugaan mereka. Sejumlah dokumen diungkapkan dan para saksi pun berbicara.

Selain versi yang sudah lama dikenal dunia, terdapat versi Indonesia yang boleh jadi merupakan versi terbaru. Dalam versi itu dijelaskan tentang kemungkinan Hitler melarikan diri ke Indonesia dan meninggal di Surabaya. Dugaan ini didasarkan pada penuturan seorang dokter warga Bandung, Sosrohusodo.

Sosro adalah dokter lulusan Universitas Indonesia. Dia menuliskan pendapatnya pada satu artikel di Pikiran Rakyat pada 1983. Kemudian pada 1994 saya bertemu dengan Sosrohusodo. Hasil wawancara itu dimuat Pikiran Rakyat pada 24 Februari 1994 dalam bentuk artikel yang cukup panjang. Artikel itulah yang kemudian wara-wiri di dunia maya belakangan ini.

Pertemuan dengan Sosrohusodo ketika itu dilakukan atas permintaannya. “Saya ini sudah tua. Akan tetapi, saya masih memiliki satu beban besar yang hingga kini belum terungkap, yaitu mengenai diktator Jerman Adolf Hitler,” katanya, saat berbincang di rumahnya Jln. Setiabudhi seberang kampus UPI Bandung. Rumahnya tidak begitu besar, tetapi halamannya cukup luas. Raut gelisah terlihat di wajah Sosrohusodo.

Dia pun memperlihatkan setumpuk dokumen yang tampak lusuh. Diikat dengan beberapa belit benang. Antara lain berisi foto-foto lama, yang memperlihatkan seorang lelaki dan perempuan bule warga negara Jerman, paspor, dan buku harian dengan tulisan steno. Terdapat pula foto seorang wanita Sunda, yang disebutnya sebagai sumber amat penting dan memperkuat teorinya itu.

Lelaki dalam foto-foto itu bernama dr. Poch, pemimpin salah satu rumah sakit umum di Pulau Sumbawa Besar. Sosro sempat bertemu langsung beberapa kali dengan Poch, saat bertugas sebagai tenaga kesehatan di kapal Hope yang dijadikan rumah sakit pada 1960.

“Melalui perbincangan tentang masa lalunya dan ciri-ciri fisik, saya semakin yakin Poch bukan orang sembarangan. Saya curiga dialah Adolf Hitler yang misterius itu. Apalagi, dia ditemani seorang perempuan yang menurut saya wajahnya mirip Eva Braun, kekasihnya. Akan tetapi, keyakinan ini saya pendam sangat lama. Hingga saya selesai bertugas di kapal Hope, rasa penasaran itu belum terjawab,” kata pria kelahiran Gundih Jawa Tengah, yang saat itu berusia 63 tahun.

 

*Kaki Kiri dr. Poch tidak Normal

Keyakinan dan sekaligus rasa penasaran Sosrohusodo muncul kembali, setelah lebih dari dua puluh tahun kemudian dia menemukan informasi-informasi baru. Maka dia pun melakukan rekonstruksi pengalamannya, membuka kembali catatan-catatan, dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Sosro benar-benar tertantang untuk mengungkap misteri dr. Poch. Saat itu, dia memperlihatkan sejumlah tulisan yang dibuatnya seperti diktat.

Kaki yang Diseret

Dari perjumpaannya dengan Poch, Sosro mengetahui kaki kiri dokter tersebut tidak normal. Jika berjalan harus diseret. Sementara tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong pendek dan hanya tersisa di tengah. Persis seperti yang ditirukan komedian terkenal Charlie Chaplin. Tidak tersisa rambut di kepalanya alias plontos.

Jika benar Poch adalah Hitler, pada saat bertemu Sosro dia berusia 71 tahun. Sebab, Hitler lahir pada 1889. ”Saya kira usianya seperti itu, sesuai dengan penampilan fisiknya. Saya ingat betul kondisi fisiknya, karena bukan hanya sekali bertemu dengannya dan berbicara tentang hal itu,” kata Sosro.

Hal lain yang membuatnya heran, ternyata Poch tidak memiliki ijazah kedokteran, tidak memiliki lisensi apa pun di bidang kesehatan. Akan tetapi, ternyata dia bisa memimpin satu rumah sakit. Sehari-hari Poch sering membungkus tubuhnya dengan seragam putih, pakaian khas dunia kedokteran. Sebagai seorang dokter, Sosro pernah memancing Poch dengan percakapan soal kesehatan.

“Poch ternyata tidak menguasai dunia medis, saya tahu itu. Dari pembicaraannya, dia tidak mengerti soal kedokteran. Ini makin misterius saja. Lalu siapa yang mengangkatnya menjadi pemimpin rumah sakit tersebut. Tentu tidak sembarang orang bisa menjadi pimpinan salah satu lembaga penting seperti itu,” kata Sosro.

Pada satu kesempatan berkunjung ke kediaman Poch, banyak hal dikemukakan dokter tua tersebut yang justru memperkuat dugaan Sosro. Misalnya saat ditanya tentang pemerintahan Hitler, Poch secara terang-terangan memujinya. Dia juga menolak anggapan terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap orang Yahudi di Kamp Auschwicz. Padahal, dalam sejarah dunia kamp yang satu ini merupakan cerita horor legendaris pada masa kejayaan Nazi.

Poch juga mengaku tidak tahu-menahu, ketika ditanya tentang kematian Adolf Hitler pada 1945 di Berlin. Dia hanya bercerita, keadaan saat itu benar-benar kacau-balau dan setiap orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Poch seperti menghindar jika ditanya terlalu jauh soal sosok Hitler dan sepak terjang Nazi.

Hampir sepanjang perbincangan berlangsung, lelaki tua yang gemar memotret itu mengeluhkan tentang tangan kirinya yang gemetar. Sosro kemudian meminta izin untuk memeriksa saraf ulnarisnya. Ternyata tidak ada kelainan. Demikian pula dengan tenggorokannya sehat-sehat saja. Saat itu, Sosro menyimpulkan kemungkinan “Hitler” hanya menderita parkinson, berkaitan dengan usianya yang lanjut.

Lalu Sosro berasumsi, kemungkinan penyakit itu muncul karena trauma psikis. “Dugaan saya langsung diiyakan Poch. Saya kaget juga. Akan tetapi, ketika saya tanya lebih jauh sejak kapan penyakit itu menghinggapinya, Poch malah bertanya kepada istrinya dalam bahasa Jerman. “Ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan bahwa kau memukuli meja berkali-kali.” ujar istrinya seperti ditirukan Sosro.

Siapa Goebbels? Apakah yang dimaksud adalah Joseph Goebbels, wartawan yang banyak membantu gerakan Nazi dan kemudian menjadi Menteri Propaganda pada pemerintahan Hitler? “Tidak tahu keceplosan atau bagaimana, beberapa kali istrinya memanggil Poch dengan sebutan ‘Dolf’. Apakah ini merupakan kependekan dari ‘Adolf’ atau bukan, saya tidak begitu pasti. Namun, itulah yang saya dengar langsung,” katanya.

 

*Tulisan di Majalah “Zaman”

PERJUMPAAN Sosrohusodo dengan “Hitler” diwarnai berbagai kebetulan. Kebetulan pertama, ketika dia bertugas di Kapal Hope. Kebetulan kedua terjadi pada tahun 1981. Setelah lebih dari 21 tahun, pengalaman bertemu dengan Poch terekam dalam benaknya dan dicatat pada buku hariannya, seorang keponakannya datang berkunjung ke Bandung dan memperlihatkan mazalah Zaman edisi No. 15 Januari 1980.

Pada majalah tersebut terdapat sebuah artikel yang ditulis Heinz Linge, bekas orang dekat Hitler, berjudul “Cerita Nyata Hari Terakhir Seorang Diktator”. Tulisan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria. Sambil memperlihatkan majalah Zaman, Sosro menerangkan, dalam tulisan itu Linge menceritakan tentang peristiwa bunuh diri Hitler dan Eva Braun. Kemudian menerangkan tentang kondisi fisik Hitler saat itu.

“Beberapa alinea dalam tulisan itu membuat jantung saya berdetak keras, seperti menyadarkan saya kembali. Sebab di situ ada ciri-ciri Hitler yang juga saya temukan pada diri si dokter tua Jerman. Apalagi setelah saya membaca buku biografi Hitler. Semuanya ada kesamaan,” ucap ayah empat anak ini.

Heinz Linge menulis, “Beberapa orang di Jerman mengetahui bahwa Führer sejak saat itu kalau berjalan maka dia menyeret kakinya, yaitu kaki kiri. Penglihatannya pun sudah mulai kurang terang serta rambutnya hampir sama sekali tidak tumbuh. Kemudian, ketika perang semakin menghebat dan Jerman mulai terdesak, Hitler mulai menderita penyakit kejang urat“.

Di samping itu, tangan kirinya pun mulai gemetar pada waktu kira-kira pertempuran di Stalingrad tidak membawa keberuntungan bagi tentara Jerman, dan ia mendapat kesukaran untuk mengatasi tangannya yang gemetar itu. Pada akhir artikel, Linge menulis, ”Tetapi aku bersyukur bahwa mayat dan kuburan Hitler tidak pernah ditemukan”.

Semangat untuk mengungkap misteri Poch semakin menggebu di dada Sosrohusodo.

 

*Buku Harian Misterius tentang Kisah Pelarian Nazi

SOSROHUSODO menemukan data menarik dalam buku harian berukuran saku milik Poch. Dalam buku lusuh tersebut ditemukan ratusan alamat orang asing yang tinggal di berbagai negara di dunia. Di berbagai halamannya terdapat coretan tangan yang sulit dibaca. Di bagian lainnya terdapat tulisan steno. Semuanya berbahasa Jerman.

“Lihat ini catatannya. Buku ini banyak berbicara dalam upaya pengungkapan sosok misterius Poch. Memang tidak mudah, tetapi saya tertantang. Mungkin ini hanya soal waktu,” kata Sosro sambil membuka halaman-halaman buku kecil itu.

Memang tidak ada identitas jelas pemilik buku itu. Hanya, ada beberapa kode terdiri atas angka-angka yang tidak jelas maknanya. Pada sampul depan bagian dalam, tertulis kode J.R. KePaD No. 35637 dan 35638, dengan masing-masing nomor ditandai lambang biologis laki-laki dan perempuan. “Ini memperkuat dugaan saya, buku itu milik kedua orang yang saya yakini sebagai Hitler dan Eva Braun. Mereka menutup identitasnya rapat-rapat, tetapi tetap ada celah yang menuntun pada kenyataan sebenarnya,” tuturnya.

Sementara nama-nama negara yang tertulis dalam buku itu antara lain Pakistan, Tibet, Argentina, Afrika Selatan, dan Italia. Di salah satu halamannya terdapat tulisan yang dalam bahasa Indonesia berarti “Organisasi Pelarian. Tuan Oppenheim pengganti Ny. Kruger. Roma Sardegna 79a/1. Ongkos-ongkos untuk perjalanan ke Amerika Selatan (Argentina)“.

Lalu, ada satu nama dalam buku saku tersebut yang sering disebut-sebut dalam sejarah pelarian orang-orang Nazi, yaitu Prof. Dr. Draganowitch, atau ditulis pula Draganovic. Di bawah nama Draganovic tertulis Delegation Argentina da Imigration Europa – Genua Val Albaro 38. Secara terpisah, di bawahnya lagi tertera tulisan Vatikan. Di halaman lain disebutkan, Draganovic Kroasia, Roma via Tomacelli 132.

Sosro kemudian memperlihatkan majalah Intisari terbitan Oktober 1983, yang memuat sosok Klaus Barbie alias Klaus Altmann, bekas anggota polisi rahasia Jerman zaman Nazi. Di situ tertulis satu alamat Val Albaro. Disebutkan pula bahwa Draganovic memang memiliki hubungan dekat dengan Vatikan Roma. Profesor inilah yang membantu pelarian Klaus Barbie dari Jerman ke Argentina. Pada 1983, Klaus diekstradisi dari Bolivia ke Prancis, negara yang menjatuhkan hukuman mati terhadapnya pada 1947.

“Masih banyak alamat dalam buku ini yang belum seluruhnya saya ketahui relevansinya dengan gerakan Nazi. Saya juga sangat berhati-hati tentang hal ini, sebab menyangkut negara-negara lain. Saya masih harus bekerja keras menemukan semuanya. Saya yakin kalau nama-nama yang tertera dalam buku kecil ini adalah para pelarian Nazi,” katanya.
*Rute Pelarian Hitler Dalam Tulisan Steno

SETELAH menerima buku catatan harian dr. Poch dari Ny. S, Sosrohusodo bingung ketika harus menerjemahkan bagian yang ditulis dengan huruf steno. Dia bertanya ke beberapa orang yang mengerti soal stenografi. Namun, mereka kurang paham karena model steno itu jarang dipakai pada masa sekarang.

“Akhirnya saya menyurati penerbit buku steno di Jerman, minta bantuan mereka. Selang beberapa waktu kemudian datang jawaban, steno yang contohnya saya kirimkan itu merupakan stenografi Jerman yang sudah ’kuno’. Namanya sistem Gabelsberger dan sudah lebih dari 60 tahun tidak dipakai lagi,” tutur Sosrohusodo.

Meski demikan, pihak penerbit berjanji akan mencarikan orang yang ahli steno Gabelsberger. Ternyata penerbit itu menepati janjinya, dengan mengirimkan terjemahan steno itu ke dalam bahasa Jerman. Lalu Sosro menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

Judul catatan itu kurang lebih “Keterangan Singkat tentang Pengejaran Perorangan oleh Sekutu dan Penguasa Setempat pada Tahun 1946 di Salzburg“. Salzburg adalah nama kota di Austria. Di dalam catatan itu antara lain tertulis, “Kami berdua, istri saya dan saya, pada tahun 1945 di Salzburg“.

Memang tidak secara jelas diterangkan identitas “kami berdua” dalam catatan tersebut. Akan tetapi, yang jelas tersirat mereka berdua berada dalam ancaman. Antara lain dikejar-kejar oleh CIC (Dinas Rahasia AS). “Pokoknya catatan itu menggambarkan penderitaan orang yang diburu pihak keamanan,” tutur Sosrohusodo.

Selain itu, terdapat pula abjad yang ditulis dengan huruf besar secara mencolok. Kalau diurutkan, kemungkinan merupakan rute pelarian keduanya. Huruf-huruf itu adalah B, S, G, J, B, S, R. Menurut Sosro, cara menyingkat tulisan seperti itu merupakan kebiasaan Hitler dalam membuat catatan. ”Kebiasaan ini ditemukan pula dalam literatur lain yang saya baca,” ujarnya.

Lalu dia menerjemahkan dan mengaitkannya dengan kemungkinan rute pelarian Hitler. Kedua insan itu memulai pelariannya dari B yang berarti Berlin, lalu S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Beograd), S (Sarajevo), dan R (Roma). Roma, menurut dia, sebagai kota terakhir di Eropa yang menjadi tempat pelarian kedua orang itu. Setelah itu, mereka keluar dari benua tersebut menuju sebuah tempat bernama Pulau Sumbawa.

Sosro membacakan hasil terjemahan dari catatan harian itu, ”Pada hari pertama di bulan Desember, kami harus pergi ke R untuk menerima surat paspor yang kemudian berhasil membawa kami meninggalkan Eropa”. Keterangan ini sesuai dengan data pada paspor dr. Poch yang menyebutkan, paspor bernomor 2624/51 diberikan di Rom (tanpa huruf akhir a). Pada catatan buku itu nama Dragnovic dikaitkan dengan Roma.

Sosro kembali memperlihatkan majalah Zaman edisi 14 Mei 1984 ketika membahas tentang Berlin dan Salzburg. Menurut dia, sejarah mencatat peristiwa jatuhnya pesawat yang membawa surat-surat rahasia Hitler di sekitar Jerman Timur tahun 1945. Kenyataan ini menjadi petunjuk tentang rute pelarian mereka.
*Makam G.A. Poch di Ngagel Utara, Surabaya

Tentang pelarian Hitler, Sosrohusodo menyimpan kisah yang didengar dari masyarakat tempatnya bertugas di Sumbawa. Masyarakat di sana bercerita, pada suatu ketika mereka melihat munculnya kapal selam dari laut yang disusul dengan pendaratan sebuah wahana yang berbentuk bulat.

“Saya mendengar cerita ini dari mulut ke mulut. Saya jadi bertanya-tanya, apakah ini ada kaitan dengan kemungkinan larinya Hitler menggunakan kapal selam dari Eropa ke perairan Sumbawa? Tidak begitu jelas. Tapi juga bukan sesuatu yang tidak mungkin,” katanya.

Sosro sangat yakin, orang sebesar dan sepenting Hitler memiliki pengikut setia. Mustahil jika mereka tidak memiliki strategi penyelamatan atas pimpinan tertingginya. Apalagi kemudian diketahui beberapa dugaan terdahulu tentang akhir hidup Hitler, belum ada satu pun yang pasti.

“Jadi, bukan sesuatu yang tidak mungkin jika pengikutnya memilih Pulau Sumbawa di Indonesia. Sebab saat itu Indonesia boleh dibilang sebagai wilayah yang masih terbuka untuk dijadikan tempat persembunyian. Lokasi Pulau Sumbawa juga begitu jauh dari Benua Eropa,” ujarnya beralasan.

Sosro pun bercerita tentang pengakuan Nyonya S berkaitan dengan hal itu. Suatu hari suaminya mencukur kumisnya mirip dengan kumis Hitler, kemudian S mempertanyakan kemiripan kumisnya itu dengan kumis Hitler. Poch malah mengiyakan bahwa dirinya adalah Hitler. “Tapi jangan bilang sama siapa-siapa,” begitu Sosro mengutip ucapan Nyonya S.

Sosrohusodo mungkin termasuk orang yang teguh memegang amanah. Hal itu terbukti ketika dia menutup rapat-rapat kepanjangan nama Nyonya S. Dia hanya memberi pintu masuk menuju identitas lengkapnya dalam bentuk foto-foto dan nama tempat Babakan Ciamis.

Setidaknya terdapat dua foto yang menunjukkan hubungan suami istri antara Ny. S dan Poch. Foto yang dibuat di Sumbawa itu disebut Sosro sebagai foto saat keduanya melangsungkan pernikahan di pendopo kabupaten. Penggunaan pendopo sebagai tempat hajatan menunjukkan posisi Poch yang dihormati di kalangan masyarakat setempat.

Pada foto itu terlihat Poch sudah semakin tua, bersetelan jas yang agak kebesaran, kemeja putih berdasi, dan berkacamata. Sementara S mengenakan kebaya putih, berkain batik, dan sanggul beruntai bunga yang jatuh di dada kanannya. Tangan kanannya memegang kipas. Mereka diabadikan dalam posisi berdiri.

Sementara pada foto yang satu lagi, Poch dan S duduk di kursi. Sementara di belakang mereka berdiri tiga pria. Jika senyum tampak tersungging di bibir S, maka di kedua foto itu wajah Poch begitu dingin. Menjelang pernikahan itulah, kata Sosro, konon Poch pindah agama menjadi seorang Muslim. Dia berganti nama menjadi Djamaluddin. Kemudian mereka pindah ke Surabaya.

Namun nama barunya sebagai seorang mualaf itu tampaknya tidak digunakan. Hal itu bisa dilihat pada makam Poch di Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya. Pada batu nisannya tertulis nama G. A. Poch. Belakangan saya baru tahu G.A. adalah kependekan dari Georg (tanpa ”e”) Anton.

—memen.wordpress.com—

[Sumber tulisan koran Pikiran Rakyat]
[indobestseller.wordpress.com]

Kuntilanak Merah

SUKABUMI- Video hantu merah berdurasi lima menit yang mengemparkan Sukabumi ternyata membuat penasaran sebagian warga apakah video itu asli atau rekayasa.

Namun si pemilik handpone dan perekam hantu merah, Ujang Ade, warga Kampung Nagrak, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak Selatan, Sukabumi bersumpah jika gambar itu asli bukan rekayasa.

Putra dari Ika ini mengatakan, video itu diambil saat dia bersama ayahnya pindah rumah. Saat itu tanpa sengaja dia merekam suasana pindahan rumah. Rumah yang tidak dihuni selama hampir 17 tahun itu membuat ia penasaran karena banyak penghuni yang tak betah lantaran konon diganggu mahluk halus.

“Saya jadi penasaran. Waktu itu saya tanpa sengaja merekam dengan video handphone. Saya bersumpah Demi Allah itu asli bukan rekayasa. Bahkan serelah ngambil gambar saya sampai sakit tiga hari,”ungkap Ujang Ade saat ditemui dirumahnya.

Dia juga berani meneliti hasil rekaman gambar kepada ahli IT jika hal itu diragukan. Bahkan Ujang Ade mengaku trauma jika melihat gambar itu karena masih segar pada ingatan.

“Saya yang ngambil, saat itu kan siang. Tapi kalau saya melihat gambar itu selalu merinding masih takut,”kata Ujang Ade.

Hingga saat ini belum ada satupun pihak terkait maupun ahli yang datang meneliti kebenaran video tersebut. Namun berbagai sumber dari warga mengaku yakin jika hasil video rekaman Ujang Ade adalah benar dan bukan rekayasa.

“Saya sering lihat dan mendengar memang dirumah itu. Bahkan rumah itu cukup angker. Saya juga sering menemukan hal-hal yang aneh jika lewat terutama pada malam hari atau lagi ronda. Kalau sekarang ada rekaman, mungkin saja, ya kalau nggak percaya cobain aja masuk,” kata Adang tetangga Ujang Ade. Berikut rekaman video yang diambil Ade, silahkan klik link berikut.(Wildan Topan/SUN TV/kem) sumber : news.okezone.com

Nah! menurut saya kisah diatas ada unsur rekayasa.. jangan mudah percaya. kita aja bisa boong ma diri sndri, apalagi orang lain yg gak pduli siapa kita. Dunia sLalu pnuh Sndiwara.

(memen.wordpress.com)

Manajemen Harapan

photograph3mmen-108

Saya punya adik yg duduk di bangku kelas tiga. 17 agustus lalu -sebagaimana anak lain- adik saya ikut lomba di kampung. Dan walhasil, beberapa hadiah bisa disabetnya spt tas, buku, dan alat tulis. Hehe..Adik saya mmang cekatan klo soal lomba. Suatu saat pas lomba akan berlangsung saya perhatikan adik saya ini tampak sumringah dgn mata berbinar2. bila sudah bgitu saya mengerti, pasti adik saya sedang bersemangat sekali. Dan memang, Hari-hari perlombaan adalah hari penuh semangat bagi adik saya.

Kalo dipikir-pikir, apa sebenarnya yang memicu adik saya shingga bersemangat sekali pada 17 agustusan tersebut? Jawabnya; “Harapan”, ya! harapan bisa memenangkan lomba. Harapan untuk mendapat hadiah. Benar! Harapan adalah pemicu semangatnya. Cukup dgn membayangkan kemenangan, pujian keluarga, dan hadiah yg akan diraihnya, adik saya bisa langsung antusias dan bersemangat.

Hem. Klo mau dibahas lbih jauh, mungkin ini pula alasan mengapa teman-teman saya -termasuk saya sendiri- mau bertahan dalam menempuh pendidikan panjang yg melelahkan smpai lulus spt skrg. Juga mengapa orang rela berdesak-desakan dalam sebuah antrian panjang. “harapan”, itulah kata kuncinya. Kita tetap bertahan mengurusi sesuatu karena ada yang kita harapkan didalamnya. Jika sudah putus harapan dari sesuatu ini, kita cenderung ingin putus hubungan darinya. Demikian juga hubungan kita dgn orang lain, dan apapun dalam hdup ini.

Lalu bagaimana jika harapan itu tidak menjadi kenyataan? Bagaimana jika kenikmatan diujung sebuah perjalanan tidak seindah yang diidamkan? Padahal itu sering terjadi dalam kehidupan, bahwa impian rupanya jauh dari kenyataan.

Inilah perlunya manajemen harapan. Yakni agar kita tidak mudah berputus asa atau menjadi lemah lantaran pikiran-pikiran semacam itu. agar kita tetap bersemangat dalam berusaha, dan tetap bersyukur dgn apa yg mampu kita capai nantinya. Coba bayangkan jika kita tidak pandai memanajemen harapan. Mungkin tidak satupun prestasi yang mampu dibuat. Karena belum seberapa kita melangkah, hati sudah ciut pada kemungkinan gagal. Belum seberapa ujiannya, jiwa sudah melemah karena pesimis akan berhasil. Lalu bagaimana mungkin kita menjadi orang besar kalo daya berharapnya kecil. Padahal semangat juang itu setara dengan kekuatan berharapnya.

Salah satu trik manajemen harapan yang umum dipake diperusahaan-perusahaan adalah adanya jenjang karir yang jelas. Dengan mengetahui adanya jenjang karir, karyawan akan lebih terdorong untuk bekerja sebaik-baiknya demi bisa dipromosikan untuk naik jabatan yang tentunya naik pula pendapatan.

Nah itu kalo diperusahaan. Bagaimana kalo yang didalam keseharian kita –yang notabene tidak ada jenjang karir- bagaimana trik agar kita tetap bersemangat dalam membiasakan suatu amalan baik? Jawabanya adalah membuat multi tujuan dalam setiap amalan baik yang ingin kita jadikan kebiasaan. Misal olahraga. Kalo kita ingin tetap semangat berolah raga, maka hal pertama yang perlu kita miliki adalah multi tujuan dari melakukan olah raga. Yakni kita olah raga bukan hanya untuk sehat. Tapi juga Harapan untuk mempunyai otot yg kuat. Harapan untuk bisa tetap fit pada saat bekerja. dan semacamnya. Begitupun dalam dunia lain misal perdagangan yang memang tidak ada jenjang karirnya. Pedagang perlu menetapkan multi tujuan. Berdagang untuk mendapat uang, berdagang untuk menafkahi keluarga, berdagang agar kaya dan bisa membantu orang lain. Berdagang untuk mengembangkan hobby. Dll.

Dengan membuat multi tujuan inilah kita membuat pekerjaan seakan-akan menjadi sesuatu yang amat menarik dan penting bagi kita.

Perlu diingat, dalam manajemen harapan dibutuhkan paling tidak dua jenis harapan, yakni harapan tersulit dan harapan termudah. Misal kita mengarang sebuah buku, harapan tersulitnya “kita ingin merubah ideologi dunia”. Dan harapan termudahnya ini sekedar hobby saja. Dengan adanya dua jenis harapan ini akan berkurang resiko frustasi. Sebab meski kita tidak mendapat harapan yang satu, namun harapan yang lain tetap kita dapatkan. Disisi lain, dengan adanya “harapan tersulit” maka kita terdorong untuk berbuat seoptimal mungkin. Lain halnya bila Cuma ada “harapan termudah”, maka kita cenderung berbuat ala kadarnya.

Dengan adanya multi tujuan niscaya semangat kita dalam beramal dan berusaha akan tetap stabil.

<> memen.wordpress.com <>

Rahasia Jodoh

Mencintai seseorang biasanya ditandai dengan selalu mengingatnya, merasakan hadirnya, seperti ada ikatan batin antara dia dengan kita. Seakan-akan dia adalah belahan jiwa kita yang lain.

Alloh anugerahkan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Alloh hanya menganugerahkan satu keping hati pada kita ? Karena kepingan hati yang lain telah Alloh berikan pada seseorang disana untuk kita cintai. Benar, hati itu butuh kepingan hati yang lain untuk dicintai. tidak seperti kaki yang keduanya terintegrasi dalam satu diri, atau seperti tangan yang keduanya telah bersama semenjak manusia lahir ke dunia. Hati adalah berbeda, ia terpisah, dan memang perlu berpisah karena fungsinya yang istimewa, yakni untuk mempersatukan dua jiwa yg berbeda sebagai satu bahasa cinta.

Maka Hati yang fitrahnya sehat pasti mengidamkan belahan kepingannya yg lain agar dia tentram. Dan inilah awal cerita itu dimulai. Hati setiap degupnya selalu bergerak dalam alamnya, melanglang buana terus mencari kekasihnya. Ia rindu tapi ia tak tahu dimana, hingga akhirnya menemukan satu sinyal menarik yg menggetarkan dan ia mulai bertanya-tanya. Awalnya getar itu biasa. Tapi lama kelamaan getar itu mengambil kuasa. Memaksa jasad untuk terus mendekat. Memaksa lisan untuk semakin akrab. Dan Lama kelamaan, tekad itu mencapai bulatnya. Dan dussh!!! Semua pun terjadi dalam ikatan yg diridhoi. Suasanapun menjadi tentram seusai akad dilaksanakan. Kini dua belahan hati itu sibuk bercengkrama dengan bahasa mereka sendiri, yakni bahasa jiwa. Demikianlah Skenario indah cinta ciptaan Zat Yang Maha Penuh Cinta.

Lalu sekarang pertanyaannya; bagaimana dengan diri kita sendiri? bagaimana bertemunya kita dengan kepingan sejati hati kita? Bagaimana menemukannya padahal bumi Alloh begitu luas.

Jawabannya sederhana; Alam akan menjawab pertanyaan itu bila telah tiba waktunya. Ya! Mekanisme alam – dengan cara yang tidak kita mengerti- yang akan menghalau kita kepada jodoh kita. Sungguh, Setiap orang telah ditulis jodohnya. Setiap orang ada takdirnya. Jadi tidak perlu kuatir dan ragu tentang itu. Yang perlu dipikirkan sebenarnya cuma  dua hal;

Yang pertama bahwa;

“orang baik akan mendapatkan yang baik dan orang jelek akan mendapatkan yang jelek”.

Apakah itu artinya apa yg kita lakukan dan usahakan akan ada sangkut pautnya dengan si dia -calon kita- dibumi sana? Wallohu A’lam Bisshowaab. Yang jelas ini menuntut kita untuk terus menjaga diri dan memperbaiki pribadi bila kita ingin jodoh yang terbaik.

Yang kedua bahwa;

Kita harus tetap mencari dan terus berdoa. Memang meyakini masalah takdir itu wajib, tapi bukan berarti kita menafikkan usaha. Jangan seperti segolongan aliran sesat yg meyakini takdir tapi menolak ikhtiar. Ahlussunnah adalah jalan yg adil. Takdir betul-betul diyakini, tapi ikhtiar tetap dijalani. Tentu saja ikhtiar disini adalah yang benar. Kan pingin jodoh yang terbaik.

Nah demikianlah. Satu catatan penting lagi; Secara umum skenario perjalanan cinta seorang insan adalah “dia akan bertemu orang-orang yang salah sebelum dipertemukan dengan orang yang tepat, agar dengan kesalahan tersebut dia bisa belajar untuk menjadi yang tepat buat jodohnya nanti”.

<> memen.wordpress.com <>