Sendiri, Berdua, Bersama

Suatu saat saya berdiskusi dengan teman tentang posisi berdiri kalau sholat. dari diskusi itu kurang lebih point penting yang saya simpulkan: posisi solat itu berbeda-beda, kalau sendirian maka berdirinya bebas, kalau jamaah maka imam didepan dan makmum dibelakang, nah ada satu lagi yakni kalau cuma solat berdua maka satu jadi imam dan satu lagi makmum tetapi keduanya berdiri tepat sejajar -gak ada yang lebih maju dari yang lain.

Suatu ketika saya memikirkan uraian tentang posisi solat tersebut. Dan saya temukan suatu hikmah yang luar biasa. Begini:

Dalam kehidupan ini, misalnya kehidupan berkeluarga, kadang kita butuh sendirian, demikian pula istri maupun anak kita kadang butuh sendirian. Kadang kita butuh kumpul bersama, apakah itu jalan-jalan di pantai atau makan bersama di luar. Yang sering kita luput adalah waktu untuk berdua. Ya, berdua antara kita dengan pasangan kita, berdua antara kita dengan salah satu anak kita secara bergantian. sehingga semua tipe kehidupan ini –baik sendiri, berdua, maupun bersama- harus bisa kita penuhi guna menjaga kehidupan yang harmonis dan langgeng.

Jadi yg ingin saya sampaikan adalah; kita perlu membuat jadwal rutin antara 3 tipe kehidupan, yakni dimana kita bisa sendiri, bersama, dan berdua. Mungkin kita sudah sering memilih berdua dengan pasangan kita, tapi sadarkah kita bahwa penting juga berdua dengan salah satu anak secara bergantian. hal ini berlaku juga pada semua aspek kehidupan, baik dalam persahabatan maupun antara pemimpin dan bawahan.

—memen.wordpress.com—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s