Bersyukurlah Atas Manusia

Senang rasanya mendapat ucapan selamat dari seorang kawan lantaran sebuah kesuksesan yg kita raih. Memang, ada momen dimana kita sangat ingin berbagi dengan orang lain. Apa nikmatnya memperoleh sesuatu yang menggembirakan jika kita tidak dapat berbagi kegembiraan itu dgn orang lain.

Begitupula yg saya rasakan takkala wisuda dulu. Orang-orang yang waktu itu memberikan ucapan selamat pada saya –secara khusus- baik datang langsung maupun dengan media telepon- itulah orang-orang yg memberikan kesan yang kuat dalam kehidupan saya hingga saat ini. Meskipun memang pada momen penting saya itu –ada juga orang yg saya anggap ia istimewa- yang tidak menggubris atau bahkan bersikap angkuh pada saya. Tp gpp! Masa lalu memang tak harus menyimpan kenangan yang slalu memuaskan, tapi perlu ada kenangan mengecewakan agar dari semua itu kita bisa utuh memahami sifat kehidupan yg sesungguhnya dan berlatih untuk slalu tegar dan qonaah.

Ucapan “selamat” memang tidak ada anjuran khususnya dalam agama (terutama ucapan “selamat ulang tahun” –yg notabene tidak disyariatkan). Tapi ada ucapan lain yang tidak kalah indah daripada ucapan selamat, dan bahkan dianjurkan dan lebih utama dari ucapan selamat; yakni “Barakallohu fiik” (semoga Alloh memberkahimu) atau “jazakalloh khayran” (semoga Alloh membalas kebaikan padamu) atau “syafakalloh” (smoga Alloh sembuhkan) atau “ana uhibbuka fillah” (aku mencintaimu karena Alloh). Ucapan-ucapan ini meski mempunyai maksud berbeda-beda, Tapi esensinya sama; yakni rasa syukur dan kepedulian kita terhadap orang lain, baik itu rasa syukur atas karunia yang diperoleh orang lain, rasa syukur atas kebaikan yang diberikan orang lain, rasa syukur atas suatu kemudharatan yang ingin segera dicegah dari orang lain, maupun rasa syukur bisa mengenal orang lain.

Tentang ini Rasululloh bersabda :

Barangsiapa yang mendapat perlakuan baik dari orang lain, lantas ia mengatakan kepada pelakunya “jazakallohu khoiran” maka ia telah memberikan penghormatan yang sangat baik. (HR. Tirmidzi dlm Al-Birru wa Sh-Shilah 2035)

Karena itu ucapan syukur kepada manusia ini merupakan anjuran agama dan semestinya kita biasakan. Bahkan seorang yg tidak pandai berterimakasih pada manusia dianggap tidak bersyukur pada Alloh, sebagaimana sabda Rasululloh;

Tidaklah bersyukur kepada Alloh siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia.

(HR Abu Dawud dalam Al-Adab, 4811)

Kebencian bisa saja datang kepada orang yang tidak tahu bersyukur ini. Sebagaimana pengalaman saya, yang sekiranya hati ini tidak diliputi iman dan sabar tentulah pernah mengikuti jejak orang jahiliyah, yakni kapok utk bersikap baik pada seseorang karna dia tidak tahu berterimakasih.

Sahabatku.. kalau hati kita merasa senang bila menerima ucapan syukur dari orang lain maka begitupula yang dirasakan orang lain bila mendapatkan ucapan syukur dari kita. Lalu bukankah kita dianjurkan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan ?

Jadi, mulailah melatih rasa syukur ini. Terutama bersyukur atas jasa-jasa kedua orang tua kita. Mereka lah yg telah bersusah payah membesarkan kita. Lalu bersyukur atas kawan kita pada hari pernikahannya atau kelahiran anaknya. Dan berterimakasih atas kebaikan yang orang lain berikan pada kita setiap kali kebaikan itu kita terima.

Bersyukurlah kepada manusia. sebab;

Manusia yang paling bersyukur kepada Alloh adalah yang paling berterimakasih kepada sesama manusia (Musnad Ahmad v/212)

—memen.wordpress.com—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s