Ulluwul Syaksiyah-Pribadi Yang Kuat

Manusia yang kuat tentu lebih utama daripada manusia yang lemah. Akan tetapi apa pengertian kuat disini. Apakah artinya kuat dalam hal fisik?
Aspek fisik semata tidaklah cukup. seluruh aspek kehidupan, seperti intektualitas, mentalitas, kekayaan, posisi dan sebagainya bisa menjadi maksud dari kata kuat disini.
Nah dalam tulisan ini kekuatan yang ingin dibahas adalah kekuatan mental. Karena disinilah terletak keutamaan diri manusia. Lalu apa yang dimaksud mental yang kuat.

Mental yang kuat tercermin dari adanya karakter jiwa yang kuat. Kekuatan ini disebut jiwa “ksatria”. Ciri pribadi yang seperti ini adalah kuatnya dia dalam menghadapi setiap tantangan dalam kehidupan. Ya dia bak ksatria tangguh.. atau perumpamaan pohon maka mental yang kuat akan mampu bertahan pada setiap terpaan angin kehidupan. Atau ibarat batu karang mental yang kuat adalah yang paling mampu memecah ombak kehidupan.
Lalu bagaimana kiat untuk memiliki mental yang kuat?

Begini: Anda tentu tahu bahwa pohon itu tangguh karena dua hal, yakni akarnya yang tertancap kuat menghujam tanah dan batangnya yang kokoh tegak diatas bumi. Maka begitu pula jiwa manusia, ia akan kuat karena pondasinya dan batang pokoknya. Nah! Pondasi dan batang itu ibarat dua sifat utama dalam diri manusia yakni “keyakinan” dan “kesabaran”. Keyakinan dan kesabaran merupakan sumber kemunculan bagi sifat-sifat ksatria lainnya. Orang yang yakin dalam menjalani kehidupan maka akan muncul padanya sifat pemberani, tegas, tidak plin-plan, kharismatik, dan tidak letoy. Sedangkan seorang yang penyabar akan memiliki sifat tahan uji, tenang, khusyu, konsisten, lembut, dan pemaaf.
Keyakinan itu ibarat pondasi atau akar. Diatasnya-lah tegak jiwa manusia. Maka bila keyakinan mudah goyah tentu jiwa pun gampang terombang ambing.
Kesabaran itu ibarat batang atau tiang pokok. Padanya-lah cita-cita, harapan dan komitmen bergantungan. Maka kuatnya cita-cita, harapan, dan komitmen adalah tergantung pada kekuatan kesabaran yang dimiliki seseorang.
Dua sifat inilah yang mesti kita bina dalam diri kita. Jika kita berhasil mengembangkan dengan baik kedua sifat ini, niscaya sifat-sifat ksatria lainnya akan muncul dari dalam diri kita. Karena itu berusahalah menjadi pribadi yang kuat, yakni pribadi yang sabar dan yakin dalam menjalani setiap sisi kehidupan.

()  memen.wordpress.com  ()

3 Comments

  1. Ini ajaran tentang pribadi yang kuat. Kita memang harus kuat tidak hanya dengan cobaan, tapi yang tidak kalah pentingnya harus lebih kuat mencoba. Kita memang perlu banyak berbicara dan berdakwa, meski tidak lebih penting pula berkarya. Antara teks dengan konteks, mungkin?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s