Urgensi Manajemen Waktu

Demi masa

Sungguh manusia sungguh benar-benar dalam kerugian

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh

dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran

dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

( Qs Al-Ashr )

Kata “kerugian” atau “khusrin” pada ayat diatas Alloh sebutkan dengan diawali suatu sumpah yang benar-benar kuat. Yakni (dalam bahasa arab) hurf “waw” sebagai ‘waw’ sumpah lalu diikuti taukid (atau penguat) “inna” yg artinya sungguh. Kemudian masih ada tambahan ‘la’ pada ‘fii khusrin’. Ini maksudnya Alloh ingin memahamkan kepada kita bahwa “wahai manusia, kalian sungguh betul-betul sangat-sangat rugi sekali”. Artinya kerugian yang terjadi benar-benar besar. Kata “kerugian” disini menggunakan kata kerugian yg dikenal dalam dunia perdagangan. Maka seperti itulah bahwa semua orang itu perumpamaan pedagang yang dimodali Alloh dengan modal mendasar yakni “waktu’. Maka orang yang beruntung adalah mereka yg mampu membarter waktunya dengan sesuatu yang bermanfaat. Dan orang yang merugi adalah orang yang menjual waktunya dengan harga yang sangat murah. Sedangkan orang yang paling celaka adalah yg membuang waktunya dengan sia-sia. Padahal waktu tidak lain adalah hidup itu sendiri. Penggalan-penggalan waktu adalah penggalan nyawa yang dicicil satu persatu setiap harinya hingga suatu ketika ia habis dan selesai. Maka demi masa sungguh semua orang betul-betul rugi, kecuali orang beriman yang memanfaatkan waktunya untuk beramal soleh dan untuk mengajak kepada kebenaran dan kesabaran.

Tentang ini Rasululloh bersabda :

Pergunakanlah lima hal sebelum datang lima hal; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu, masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(Riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)

Oleh karena itu, hendaklah setiap kita mengevaluasi ulang kualitas waktu yang telah kita gunakan dan mendata ulang bekal apa saja yang telah dipersiapkan untuk hari depan. Sebagaimana Alloh berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

( Qs Al-Hasyr : 18)

Saudaraku, kebanyakan dari kita sering berbuat lalai. Senang mengisi waktu dengan tidur, bermalas-malasan, dan santai. Dan bahkan sering mengisi waktu dengan perbuatan-perbuatan keji dan tercela. Padahal dalam angan, kita begitu mendambakan kehidupan yang sentosa dunia akhirat. Sungguh bila seperti itu, maka telah jauh panggangan daripada api.

Sebagaimana bunyi syair;

Tidurmu…

Adalah kerugian

Bila memang tiada dibutuhkan

Keringatmu…

sebagai minyak perapian

Jangan dijauhkan dari panggangan

Umurmu…

Adalah keuntungan

Bila jeli dimanfaatkan

Membiarkan waktu berlalu

Tanpa makna tiada arti

Adalah kerugian besar

Yang tak mungkin dapat ditembus

Renungkanlah., betapa karunia paling berharga dalam kehidupan di dunia adalah berupa detik-detik dan hari-harinya. Apa yang dilakukan dalam rentang waktu ini dan apa yang tercatat dalam lembaran-lembaran yang menyertai perjalanan masa itu hanya akan berakhir pada dua kesimpulan; memuaskan atau menyesalkan di hari pembalasan kelak.

Semoga Alloh menjadikan kita orang yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya, yang menyiapkan jawaban atas pertanyaan, dan menyiapkan kebenaran dalam jawaban. serta menjadikan kita termasuk diantara golongan hamba-Nya yang dipanggil pada hari perhitungan nanti dengan panggilan-Nya;

“Masuklah kedalam syurga tanpa kekuatiran dan tidak pula kamu bersedih hati”

Amin.

Hidup ini adalah untuk berbuat sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.

<> memen.wordpress.com <>

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s