Utama Mana; Miskin Atau Kaya?

photograph3mmen-98

Dunia adalah mahluk hina diantara mahluk2 yang ada, ini kata seorang ustad pas ceramah solat taraweh loh!. Dan saking hinanya dunia –sampai-sampai sebuah riwayat mengatakan- “setelah Alloh menciptakan dunia, Alloh tidak lagi sudi melihat kepadanya”. Ck,ck,ck..Sampai sebegitu hinakah dunia?

Memang sebahagian orang ada yang begitu mencela dunia. Bagi mereka siapa yg mengejar dunia adalah budak-budak yg hina. pandangan demikian terutama muncul dikalangan tokoh-tokoh sufi. Bahkan ada satu kelompok yang sampai menafikkan dunia atas dirinya, mereka berani berikrar akan berkhidmat secara total dan tidak akan menikah, terus menerus ibadah dan tidak akan tidur, terus puasa dan tidak akan berbuka. Alhasil rata-rata dari kelompok2 tersebut meyakini bahwa berlepas diri dari dunia dan menjalani kehidupan miskin dan papa adalah cara hidup yang mulia.
Disisi lain sebagian orang berpandangan terbalik. mereka menganggap bahwa dunia justru sarana tuk mencapai kemuliaan. memiliki dunia berikut kekuatan harta dan tahtanya dapat meninggikan derajat. akan menjadi orang terpandang dan akan mudah dalam melaksanakan banyak kebaikan. pendapat ini yg paling santer muncul di zaman kini sehingga bnyak org berlomba-lomba mengejar dunia.
Mana yg benar diantara dua pendapat ini? Anda sendiri termasuk yang mana?
Jika dikupas dua pendapat ini lebih dalam kita akan makin bingung. Masing2 punya alasan -baik yang menganggap mulia maupun yg menganggap dunia hina. Misal kelompok yg menganggap dunia itu hina beralasan bahwa dunia merupakan penyebab kelalaian. Liat saja orang kaya mereka mudah lupa diri. kerjanya Cuma mikirin duit dan duit. Bahkan demi harta mereka halalkan semua cara.
Sebaliknya yg memuja dunia menganggap justru orang miskin-lah yang paling terobsesi dengan duit. Org miskin itu lebih banyak memikirkan duit daripada orang kaya. Tiap hari pasti Mikirin darimana duit buat makan hari ini. Darimana duit buat bayar utang. Darimana duit buat kontrakan. Dll. Sampai-sampai demi duit mereka rela menggadaikan kehormatannya.
Bingungkah???
Sebenarnya tidak perlu bingung menyikapi dua pendapat ini. dalam norma apapun termasuk norma agama, sah-sah saja seseorang memilih untuk menjadi miskin atau menjadi kaya. Tidak ada larangan menjadi miskin sebagaimana tidak pula ada larangan untuk menjadi kaya. Selama tidak ada larangan brarti urusan duniawi itu boleh2 saja. Karena itu jangan sampai kita memilih salah satu lantas membenci pilihan lainnya. Seperti sikap membenci orang kaya, mengharamkan dunia, menuduh org kaya yg bukan-bukan, dsb.
“kejarlah akhiratmu tapi jangan lupakan bagianmu di dunia”. itulah kaidah yg paling tepat. So! secara cita-cita kita wajib mengejar akhirat dan ini merupakan visi tertinggi, sedangkan secara proses kita dianjurkan utk “tidak melupakan bagian duniawi kita”, yakni ada rejeki dunia yg ditebar sepanjang perjalanan kita menuju akhirat dan kita patut untuk memungut dan menikmati rejeki tsb.
Jadi sebenarnya permasalahannya bukanlah menjadi miskin atau menjadi kaya. Tapi menjadi orang yang merdeka dalam perjalanan menuju “kebahagiaan akhirat”. Jika menjadi miskin anda justru terpenjara oleh dunia dan terpaksa diperbudak hal-hal yg mengekang perjalanan kepada kebahagiaan di akhirat, maka kemiskinan adalah penjara yg harus anda tinggalkan segera. Begitupun jika menjadi kaya membuat anda langsung betah dan puas diri sampai lupa bahwa akhirat-lah yg seharusnya menjadi tempat istirahat, maka kekayaan adalah ruang ber-AC yang tidak cocok buat kesehatan anda.
Kesimpulannya; tidak masalah anda kaya atau miskin. Yang jadi masalah adalah apakah hati nurani anda telah bebas? Bebas untuk berjalan ke ruang kedamaian yang abadi bagi hati nurani. Dan ruang damai abadi itu adalah surga _tempat yang tidak ada lagi rasa takut dan kesedihan.
memen.wordpress.com

2 Comments

  1. yg bagus itu yg bisa bersyukur klo kaya. dan bersabar kalo miskin. dan itu hnya bs dilakukan orang beriman. kesimpulannya apapun itu kaya ato miskin, jika punya iman yg mantap pasti baik hasilnya

  2. jangan sampai orang muslim ada dikotomi antara dunia dn akhirat. dunia hina akhirat mulia. bagaimana mungkin kita menghinakan dunia wong kita hidup di dunia. bagaimana mungkin kita masuk surga tanpa melewati dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s