Gue Ikhlas, Gila!

memperhatikan-amal-copy1Saya teringat omongan ustad bahwa ada tiga golongan lelaki muslim yang dibolehkan tidak puasa di bulan Ramadhan. Yg pertama lelaki yg sakit keras, kedua lelaki yang bepergian keluar kota, dan ketiga lelaki yg hilang akal alias gila.

Jadi!..kalo ada lelaki yg asyik makan minum siang hari di bulan Ramadhan.., trus.. Dia masih tampak sehat dan tidak sdang bepergian,..maka.. ehmm.. ada kemungkinan opsi yg ketiga..

apakah itu?

hem. Lelaki itu otaknya sedang ga beres alias gila. Hehe..

Orang gila memang bebas berbuat apa saja, mau tidur dimana saja, makan dimana saja, berbuat apa saja, termasuk makan minum disiang Ramadhan, smua itu boleh ia lakukan, kagak ada masalah, pokoknya dunia dah kayak punya dia dah.. hehe!

Trus, kalo gitu enak donk jadi orang gila?!mau ngapain aja bebas.

Hehe.. gila kok enak! Gak enak to yo!, orang gila itu meski bebas berbuat, tapi mereka sebenarnya gak Menikmati apa yang mereka perbuat.. Karena orang gila tidak bertindak secara sadar, padahal nikmatnya perbuatan adalah karna dilakukan dengan sadar.

Sekarang gimana menilai sadar tidak-nya suatu perbuatan?

Sebelum menjawab coba anda pikirkan, apa yg jadi pertimbangan sehingga pelanggaran bila dilakukan secara sengaja lebih berat hukumannya daripada yang tidak disengaja. Jawabnya; “yg dipertimbangkan adalah ada tidaknya niat”. ‘Pelanggaran sengaja’ terjadi karena diniatkan sedangkan yg tak sengaja terjadi karna khilaf. Itu sebabnya pembunuhan berencana hukumannya lebih berat. Dan polisi menyidik berencana tidaknya berdasar “motiv pelaku”. Jadi sadar tidak sadar suatu perbuatan adalah berdasar motiv atau niat. Ya! “Niat merupakan pemicu terjadinya perbuatan sadar”, maka logis bila semua perbuatan dihukumi berdasar niatnya.

Nah! Niat Itu ada yang baik dan ada yg buruk. niat baik sendiri terbagi lagi kedalam tiga kategori, yakni; Niat baik yg sempurna, niat baik yg cacat, dan niat baik yg menjadi batal atau reject (baca:rijek). Niat baik yang sempurna adalah jika tidak bercacat dan cela. Kita misalkan piring kaca. Sebuah piring dianggap sempurna klo kondisinya bersih, tidak ada kelupas, tidak retak apalagi pecah. Demikian juga niat baik yg sempurna, ia bersih, tidak retak, tidak ada cacat dipinggir maupun tengahnya, Juga tidak berlubang apalagi pecah. Ini berbeda dgn niat baik yg rijek, niat baik rijek itu seumpama piring yg tak bisa dipergunakan lagi karena sudah terlalu kotor atau sudah pecah sehingga ia tidak bisa menampung sama sekali. Adapun ke-3 yakni niat baik yg cacat, adalah kondisinya berada diantara niat yg sempurna dan niat yg rijek. yakni masih ada manfaatnya tapi sayang agak kotor, terkelupas, atau ada sedikit retak.

Seperti pula piring, bayaran/balasan atas setiap usaha manusia diletakkan diatas wadah yg disebut ‘niat’ ini. Jika wadahnya baik maka tentu bayaran amalnya diterima sempurna. tapi bila kotor maka bayarannya akan berbau atau bila retak maka amalnya tumpah sebahagiannya hingga hanya tersisa sedikit. Jadi balasan amal tergantung pada daya tampung wadah tersebut.

Trus apa saja penyebab cacatnya niat?

Penyebab cacatnya niat adalah tabiat jelek kita spt tabiat sombong, ingin dipuji, rakus materi, dsb. Semua tabiat jelek itu bisa menggerus piring niat kita bahkan memecahkannya. Penggerusan ini terjadinya bisa sebelum amal dilaksanakan, bisa ketika amal dilaksanakan, dan bisa juga sesudah amal dilaksanakan.

Jika kerusakan itu muncul di awal. Maka rusaklah semuanya. Misal kita hendak berceramah dengan niat dakwah, trus pas mau memulai didalam hati kita muncul bisikan ujub; “ini saatnya aku untuk menunjukan kebolehanku” maka dgn bgitu cacatlah niat baik kita.

Terkadang kerusakan itu munculnya di tengah. Misal pas sedang ceramah hati berbisik; “sepertinya mereka sangat terkagum-kagum dgn apa yg sedang aku sampaikan”.

Atau terkadang kerusakan itu muncul di akhir. Yakni seusai turun mimbar hati berbisik; “bagus. Ceramahku tadi berhasil mengangkat namaku dimata mereka”. Yg jelas, kapanpun kerusakan itu terjadi maka cacatlah niat baik kita.

BayDwey. Ada satu rahasia besar yg perlu anda tahu seputar niat ini, Bahwa hampir seluruh niat baik manusia itu tak satupun berstatus sempurna, hampir sluruhnya cacat, Bahkan takkala ada yang berbuat baik scara ikhlas dan mengaku dirinya ikhlas, maka sbenarnya ikhlasnya menjadi cacat. Misal membantu orang lain sambil berkata; “ambilah, saya ikhlas kok menolong kamu”, maka hakikatnya dia belum mencapai ikhlas. So! Ikhlas itu susah banget gila! jadi pantas-lah kalau “Keikhlasan” merupakan perkara yang teramat tinggi untuk dijangkau, tapi teramat mulia bila telah dicapai.

<memen.wordpress.com>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s